Apakah Baik Jika Kita Berbohong?

Bohong merupakan wujud dari pengelakan sebuah realita. Tak sedikit pihak yang merasa dirugikan oleh kebohongan tersebut. Seperti memutar balikan fakta ke arah fiktif..bahkan agama pun tidak mengajarkan umatnya untuk berbohong. Namun tak semuanya berbohong itu selalu berdampak negatif. Nah sudah saatnya saya memberitahukan kepada siapa saja kita boleh berbohong, agar berbohong untuk kebaikan ini tidak disalah gunakan.

Berita Lainnya : BJ Habibie Terdaftar sebagai Pendonor Mata

# Berbohong kepada anak kecil

Tak sedikit orang tua yang berbohong kepada anaknya, tapi berbohong untuk kebaikan. Seperti contoh berikut ini…pada saat seorang anak merengek dan menangis karena ingin ikut ayah nya bekerja, tentu saja sang ayah akan membuat kebohongan dengan mengatakan “nak di tempat ayah bekerja itu banyak hantunya lho”. Tujuannya agar anaknya tidak ikut pada saat akan pergi bekerja.

# Berbohong kepada pihak musuh

Musuh disini dalam artian adalah orang jahat, berikut contoh berbohong kepada musuh…ketika kita sedang ditodong atau di rampok. Sang perampok tersebut akan memaksa supaya kita menyerahkan seluruh barang barang berharga, tentu saja kita akan berusaha untuk tidak memberikannya. kemudian kita sebagai korban akan mengatakan “ silahkan saja ambil Cuma ini yang kami punya”

# Berbohong kepada pembeli

Jika profesi kita adalah seorang pedagang, kebohongan yang kita lakukan dalam berdagang bukan seperti mengurangi / menambahkan berat timbangan atau mengatakan barang ini bagus padahal jelek. Bohong disini seperti kita mengatakan keuntungan yang kita dapat pada pembeli. Begini contoh kebohongan yang bertujuan baik dalam berdagang asalkan masih dalam kategori wajar……..”aduh udah gak bisa ditawar lagi bu, saya Cuma dapet RP.1000 dari perkilonya”

Baca Juga : Takut Putranya “Menjomblo” di Alam Baka, Keluarga Ini Gelar Pernikahan Mayat

# Berbohong kepada orang yang sakit keras

Misalkan saja ibu kita sedang dirawat di rumah sakit karena serangan penyakit jantung. Kemudian  ibu menanyakan tentang karir kita di perantauan “nak bagaimana dengan pekerjaanmu yang sekarang ini” kemudian kita sebagai anak menjawabnya “alhamdulillah bu ga ada masalah”. Padahal kita baru saja dipecat dari perusahaan. Tentu saja kebohongan ini bertunjuan agar si ibu tidak syok

No comments have been made. Use this form to start the conversation :)

Leave a Reply