Sholat Rawatib Qobliyah & Ba’diyah

Bacaan Niat, Zikir, dan Keutamaan Salat Sunah Qobliyah Subuh

Sholat rawatib merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan sebelum dan sesudah shalat fardhu  atau sholat lima waktu. Sholat rawatib memiliki dua sebutan yang berbeda tergantung dengan waktu dilaksanakannya. sholat rawatib Qobliyah, yaitu sholat sunnah yang dikerjakan sebelum sholat fardhu. Sedangkan, solat rowatib Ba’diyah adalah sholat sunnah yang dikerjakan setelah sholat fardhu. Dilihat dari anjuran yang ditegakkannya, sholat rawatib juga dibagi ke dalam dua bagian, yaitu sholat rawatib mu’akkad dan sholat rawatib ghoiru mu’akkad. Sholat rawatib mu’akkad bersifat sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Nabi Muhammad SAW  sangat menganjurkan bagi umatnya untuk mendirikan 12 rakaat sholat rawatib apapun kondisinya, karena ganjaran bagi orang-orang yang melaksanakan sholat ini sangat besar. 12 rakaat sholat rawatib mu’akkad terdiri dari 2 rakaat sebelum sholat subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum sholat dzuhur, 2 atau 4 rakaat sesudah sholat dzuhur, 2 rakaat sesudah sholat  maghrib dan 2 rakaat sesudah sholat  isya. Sedangkan sholat rawatib ghoiru mu’akkad merupakan sholat sunnah yang pelaksanaanya kurang ditekankan. Tetapi, bukan berarti dapat melewatkan solat tersebut. Karena Allah Swt akan membalas semua amal perbuatan manusia meskipun beratnya seperti sebuah kapas. Sholat rawatib ghoiru mu’akkad memiliki jumlah 6 rakaat, yaitu 2 atau 4 rakaat sebelum sholat ashar, 2 rakaat sebelum sholat maghrib, dan 2 rakaat sebelum sholat isya.

Hal tersebut tercantum dalam kedua hadist yang memiliki arti sebagai berikut.

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata: Aku ingat dari Nabi saw sepuluh rakaat; dua rakaat sebelum shalat Zhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat Maghrib di rumahnya, dua rakaat sesudah shalat Isya’ di rumahnya, dan dua rakaat sebelum shalat Shubuh.” [HR. al-Bukhari, Muslim, dan Imam-imam yang lain].

“Diriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwasanya Nabi saw tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum shalat Zhuhur dan dua rakaat sebelum shalat Shubuh.” [HR. al-Bukhari dan Abu Dawud]. “Diriwayatkan pula dari ‘Aisyah, ketika ditanya tentang sebagian shalat sunat Nabi saw, ia berkata: Beliau shalat sebelum Zhuhur empat rakaat di rumahku kemudian pergi (shalat berjamaah di masjid), lalu beliau kembali ke rumahku dan shalat dua rakaat, kemudian beliau shalat Maghrib dengan orang banyak (di masjid) lalu kembali ke rumahku dan shalat dua rakaat, kemudian beliau shalat Isya’ berjamaah (di masjid) lalu masuk rumahku dan shalat dua rakaat.”

Dari hadits riwayat Aisyiyah tersebut dapat dipahami bahwa Nabi Muhammad SAW mengerjakan shalat rawatib di rumah beliau, bukan di masjid. Berikut ini adalah bacaan niat sholat sunnah qobliyah subuh dan ba’diyah subuh, dzuhur, magrib dan isya.

Bacaan niat sholat sunnah qobliyyah Subuh

اُصَلِّى سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatash-shubhi rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta’aala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah sebelum subuh dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala

Bacaan niat sholat sunnah qobliyyah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatazh-zhuhri rok’ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala

Bacaan niat sholat sunnah ba’diyyah Dzuhur

اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnataz-zhuhri rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa

Artinya : “Saya niat shalat sunnah setelah dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala

Bacaan niat sholat sunnah ba’diyyah Maghrib

اُصَلِّى سُنَّةً الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala”

Bacaan niat sholat sunnah ba’diyyah Isya

اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatal ‘isya’i rok’ataini ba’diyyayan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah setelah ‘isya dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala”

Comments have been closed/disabled for this content.